09 December 2008
Kepada Siapa Anda Curhat
30 November 2008
Pelajaran Hidup Tentang Cinta Sejati
Ayah dan Ibu…maafkan anakmu ini…sungguh aku sangat mencintaimu Ayah dan Ibu…untuk kita sama-sama mempelajari tiga landasan utama, mengenal Allah Subhanahu wata’ala, mengenal Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, dan mengenal Islam.
Waktu kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu ... sebagai balasannya ... kau menangis sepanjang malam.
Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan …sebagai balasannya ... kamu kabur waktu dia memanggilmu
Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang ... sebagai balasannya ... kamu buang piring berisi makananmu kelantai
Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna ... sebagai balasannya ... kamu corat coret tembok rumah dan meja makan
Waktu kamu berumur 5 tahun , dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah… sebagai balasannya ... kamu memakainya bermain di kubangan lumpur
Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah ... sebagai balasannya ... kamu berteriak "NGGAK MAU ...!"
Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola ... sebagai balasannya … kamu melemparkan bola ke jendela tetangga
Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim ... sebagai balasannya ...kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu
Waktu kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu … sebagai balasannya ... kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar
Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun ... sebagai balasannya ... kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam
Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu ke bioskop ... sebagai balasannya ... kamu minta dia duduk di barisan lain
Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa ... sebagai balasannya ... kamu tunggu sampai dia keluar rumah
Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya ... sebagai balasannya ... kamu bilang dia tidak tahu mode
Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan ... sebagai balasannya ... kamu nggak pernah menelponnya.
Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu ... sebagai balasannya ... kamu kunci pintu kamarmu
Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil ... sebagai balasannya ... kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya
Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting ... sebagai balasannya ... kamu pakai telpon nonstop semalaman
Waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA.. sebagai balasannya ... kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai lupa daratan
Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama ... sebagai balasannya ... kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang … biar nggak malu sama temen-temen
Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya "Darimana saja seharian ini?"… sebagai balasannya ... kamu menjawab "Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang."
Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu ... sebagai balasannya ... kamu bilang "Aku nggak mau seperti kamu."
Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi ... sebagai balasanmu ... kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri
Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu ... sebagai balasannya ... kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu
Waktu kamu! berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan ... sebagai balasannya ... kamu mengeluh … "Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu."
Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu …sebagai balasannya ... kamu pindah ke
Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu ... sebagai balasannya ... kamu katakan "Sekarang jamannya sudah beda."
Waktu kamu berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu ... sebagai balasannya kamu jawab "Aku sibuk sekali, nggak ada waktu."
Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu ... sebagai balasannya ... kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya
dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang ... dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan, ... dan itu menghantam HATIMU bagaikan pukulan GODAM!!!!
MAKA..
JIKA ORANGTUAMU MASIH
JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA ... INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.
Dikutip dari : kangrud
28 October 2008
jangan cuma bermimpi…
Henry Ford penemu mobil, entah berapa ratus kali melakukan percobaan atas kereta tanpa kudanya. Wright entah berapa ratus kali mencoba mesin pesawatnya agar bisa terbang. Setiap percobaan yang mereka lakukan mengundang keanehan bagi orang lain. Mereka bahkan mengatakan orang seperti Ford dan Wright sebagai orang yang gila, dungu, bodoh bahkan sebagian melarang percobaan itu karena dianggap mengganggu orang lain. Tapi percobaan mereka membawa hasil, Ford berhasil menciptakan mobil, dan Wright dapat mewujudkan impiannya membuat manusia bisa terbang dengan kendaraan ciptaannya.
Jadi bertindaklah, jangan cuma berangan-angan, jangan cuma bermimpi…
( …….untuk memotivasi diriku sendiri yang sedang galau )
27 May 2008
A to Z about YOU
Now, describe yourself by giving 1-5 points to each statement listed below. Please, give point honesly….
5 points – always --> Excellent
4 points – usually --> Good
3 points – sometimes --> Satisfactory
2 points – rarely --> Fair
1 point -- never --> Poor
A. I am intelligent. I grasp instructions accurately and comprehend directions instantly.
B. I possess initiative. I attempt work beyond that required and work independently.
C. I am punctual. I complete assignments on time and keep appointments on time.
D. I am tactful. I say pleasant things and do the right things when dealing with others.
E. I obey rules. I observe the rules of my organization and obey them at all time.
F. I possess good judgment. I distinguish the important from the unimportant tasks.
G. I speak well. The way I speak often creates a favorable impression.
H. I am considerate. I am mindful of the effect of my conducts on others.
I. I am healthy. I am practically energetic at all time and never get ill.
J. I am accurate. I am good at details and keep records properly in order.
K. I am honest. I do not possess money, time, supplies or ideas without permission.
L. I am industrious. I am happy when I am busy and find work to do at all times.
M. I am loyal. I feel strongly about the ties that bind me to people and organization.
N. I am persistent. I complete assignments and do follow-ups with persistence.
O. I am confident. I know my goals in life and believe that they can be achieved.
P. I am capable of solving problems. I remain calm under pressure and in crisis.
Q. I am cheerful. I am humorous, flexible and generous. I smile to everybody.
R. I am enthusiastic. I am eager to learn new tasks and to be trained on-the-job.
S. I am career-minded. I do not mind spending more time at work.
T. I am creative. I like to contribute ideas but dislike instruction and routines.
U. I am adaptable. I adjust myself easily to people, place, things and changes.
V. I am open-mined. I accept criticism with gratitude and not hostility.
W. I am helpful. I offer help to others even before they ask for it.
X. I am efficient. I get my work done on time and with minimum resources.
Y. I am polite. I'm well-mannered and never offend persons whom I dislike.
Z. I am dependable. I volunteer contributions and do routine duties without being told.
So, after You giving points to A to Z statement, can You describe about yourself?
25 May 2008
Susah Tapi Mengasyikkan
Susah tapi mengasyikkan. Mengasyikkan tapi susah. Susah paham. Harus di-ulang2 biar paham. Untungnya, meski susah paham, aku tidak termasuk orang yang "paling susah" untuk paham.
Harus bikin corat coret, rumus praktis, tips2 tertentu. Ya, memang mengasyikkan.
Dalam pelajaran matematika kita sering berkutat pada huruf "X", "Y" dan "Z". Entah berapa kali ketiga huruf itu muncul dalam buku2 ilmu pasti. Yang pasti, mengutak atik X, Y dan Z sampai ketemu jawabannya memang menarik. Tapi dalam 4 tahun terakhir, kita musti juga perhatiin dua huruf lainnya yang tak kalah populer. Karena selain muncul di buku, kedua huruf tersebut juga sering terpampang di headline koran, spanduk demonstran, muncul di berita TV, dibaca reporter radio n etc.. Ya, dua huruf itu adalah "S" dan "B", berpasangan dengan huruf Y.
Jadinya : ………… SBY.
Anak kecil sampai kakek nenek yang gak bisa baca tulispun, sering menyebut S dan B.
Mungkin suatu saat, para matematikawan Indonesia perlu membuat suatu formula, persamaan atau apalah dlm matematika dengan memakai abjad S dan B untuk menyaingi kepopuleran X dan Y.
Kalo huruf S dan B dikombinasi dengan abjad Y, bisa jadi nanti ada "Persamaan SBY", sebagaimana "Persamaan Pithagoras".
Gimana, tertantang untuk meng"eksplorasi" SBY?
Selamat mencoba……….
14 April 2008
Apakah Anda Kandidat yang Tepat?
Mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman yang dimiliki memang berliku. Banyak rambu-rambu yang harus Anda patuhi ketika mengirimkan surat lamaran kerja, membuat curriculum vitae, mengikuti test psikologi, maupun sesi wawancara. Apakah Anda adalah kandidat yang tepat untuk mengisi posisi yang dibutuhkan? Kuncinya ada dalam diri Anda. Dan, agar berhasil dalam proses seleksi tersebut, maka beberapa tips berikut, seperti yaang dirilis di situs Career Builder, cukup menarik untuk Anda simak.
1. Alamat dan Identitas Tak Lengkap
Jangan berharap mendapatkan kesempatan mengikuti wawancara kerja, seandainya Anda lalai untuk menuliskan alamat lengkap, telepon yang bisa dihubungi, atau alamat email. Surat lamaran kerja dan resume yang telah Anda kirimkan akan langsung dibuang saat itu juga. Maka, perhatikan secara jelas informasi lengkap tentang identitas Anda sebelum mengirimkan lamaran lengkap Anda.
2. Memberikan Alasan Negatif
Hindari memberikan kesan yang negatif, sebagai alasan Anda untuk meninggalkan pekerjaan Anda saat ini. Impresi negatif langsung muncul di benak si pewawancara. Tak ada tempat untuk Anda, seandainya Anda menjelek-jelekan perusahaan tempat Anda bekerja. Berikan alasan yang positif, mengapa Anda ingin meninggalkan perusahaan Anda saat ini. Inilah yang diinginkan oleh perusahaan yang akan merekrut Anda.
3. Jawaban yang Tidak Konsisten
Saat sesi wawancara berlangsung, cobalah untuk memberikan jawaban secara konsisten untuk semua pertanyaan yang diajukan. Jangan memberikan jawaban yang berbeda-beda untuk pertanyaan yang sejenis. Jika itu yang Anda lakukan, maka Anda telah menciptakan kesan yang negatif terhadap diri Anda. Dan, dapat dipastikan, Anda tak mungkin lolos untuk mengikuti proses seleksi selanjutnya.
4. Harapan yang Tidak Realistis
Tentukan secara jelas, harapan Anda tentang besarnya gaji dan paket remunerasi lainnya yang diharapkan. Usahakan agar semua permintaan Anda realistis dan tidak berlebihan. Sesuaikan dengan pengalaman kerja, dan keahlian yang Anda miliki saat ini. Harapan yang terlalu berlebihan tentang gaji dan fasilitas penunjang lainnya akan merugikan Anda sendiri. Untuk itu, lakukanlah riset tentang besaran gaji untuk posisi dan pengalaman seperti yang Anda miliki.
5. Pelajari Perusahaan yang Anda Lamar
Sebelum mengikuti sesi wawancara, biasakanlah untuk melakukan riset sederhana tentang latar belakang perusahaan yang akan merekrut Anda. Misalnya dengan mendapatkan informasi lengkap tentang produk dan layanannya, profil perusahaan, atau bagaimana strategi promosi perusahaan tersebut. Impresi yang positif akan muncul di benak si pewawancara, ketika mengetahui bahwa Anda paham betul dengan perusahaannya.
6. Tidak Memiliki Target Pribadi
Bagaimana melihat diri Anda dalam dua atau lima tahun ke depan? Definiskan secara jelas seperti apa target jangka panjang Anda. Pikirkan juga rencana kerja dan bagaimana mewujudkan target pribadi Anda tersebut. Hal ini akan menunjukan bahwa Anda adalah pribadi yang fokus, memiliki persiapan yang matang, dan mempunyai target yang spesifik untuk pengembangan karir Anda di masa depan.
7. Sikap Mental Positif
Menunjukan sikap mental yang positif adalah karakter yang harus Anda tunjukan saat sesi wawancara berlangsung. Tersenyumlah, lakukan jabat tangan yang hangat, dan jangan lupa untuk melakukan kontak mata dengan lawan bicara Anda. Jangan mencoba untuk memaksakan keinginan Anda. Jika Anda mendapatkan informasi yang negatif, jangan bereaksi secara negatif. (ymn/karir.com)
Met berjuang, Smoga Sukses...............!!!
Resume yang Baik, Tingkatkan Nilai Jual Anda
Sering kecewa karena selalu gagal mendapatkan penawaran gaji sesuai harapan? Jangan putus asa. Coba lihat kembali resume Anda. Mungkin harus diedit lagi agar dapat membantu menaikan nilai jual Anda. Banyak pencari kerja percaya, bahwa melakukan negosiasi gaji baru dilakukan di akhir proses seleksi. Padahal, resume Anda merupakan langkah awal yang akan menjelaskan nilai jual Anda. Secara tak langsung, sebuah resume yang baik dapat menaikan kisaran gaji Anda hingga batas optimal. Namun, resume dapat juga menurunkan nilai jual Anda pada titik terendah seandainya tidak bisa menjelaskan secara gamblang kualifikasi dan pengalaman yang Anda miliki. Resume yang baik akan memberikan kesan pertama yang positif, termasuk di dalamnya tentang nilai jual Anda. Lalu, bagaimana cara terbaik agar resume yang dibuat dapat menaikan nilai jual Anda? Deborah Walker, kolumnis di situs Quint Careers, memberikan tiga alternatif yang harus Anda perhatikan saat mempersiapkan sebuah resume:
1. Tunjukkan Anda Adalah Orang yang Menguntungkan Bagi Perusahaan
Banyak pencari kerja yang selalu berorientasi pada hasil, ketika ditanyakan tentang kemampuannya dan tanggung jawabnya pada pekerjaan terdahulu. Namun, mereka sering gagal menunjukan bukti nyata dari apa yang sudah dikerjakan. Kesuksesan dari setiap pekerjaan terdahulu, apa pun itu, dapat dihitung nilainya. Itulah yang dapat menaikan nilai jual Anda kepada perusahaan. Kesuksesan Anda untuk melampaui target penjualan bulanan hingga 50%, misalnya, di tempat kerja terdahulu, dapat Anda jadikan bukti konkrit, bahwa Anda layak untuk mendapatkan remunerasi yang layak. Di samping nilai-nilai berupa angka yang dapat diukur, hal penting lainnya adalah hasil kerja kualitatif, misalnya luasnya networking yang sudah Anda kembangkan, atau efektifnya tim kerja yang Anda kembangkan di tempat kerja terdahulu untuk mencapai target perusahaan.
2. Jelaskan Betapa Luasnya Pengalaman Anda
Satu hal penting yang harus Anda perhatikan adalah: tunjukan betapa luasnya networking dan pengalaman yang Anda miliki, bukan sudah berapa lama Anda telah bekerja. Keduanya merupakan hal yang berbeda, karena lamanya seorang kandidat bekerja tak berarti dia memiliki pengalaman yang dapat diandalkan. Cara terbaik untuk menunjukan betapa luasnya pengalaman Anda adalah, dengan menunjukan pemahaman yang luas terhadap industri di mana Anda kuasai dengan baik. Dan, kemampuan untuk beradaptasi secara baik di industri yang baru, seandainya Anda berasal dari industri yang berbeda dengan perusahaan yang Anda lamar saat ini.
3. Buat Pembaca Resume Anda Penasaran
Banyak pencari kerja sering beranggapan, bahwa fungsi sebuah resume hanya sebatas memberi informasi tentang kualifikasi dan pengalaman yang dimiliki. Padahal, yang terpenting dari sebuah resume adalah untuk membuat si pembacanya tertarik dan ingin mengetahui lebih jauh tentang diri Anda. Resume yang terlalu bertele-tele menyajikan informasi tentang diri Anda akan menghilangkan ketertarikan dari si pembaca. Informasi yang seimbang pada resume Anda lebih menarik, dan akan membuat si pembaca penasaran dan menghubungi Anda untuk sebuah sesi wawancara. Nah, disitulah tugas Anda untuk menjelaskan secara detail kualifikasi dan pengalaman yang dimiliki. (ymn/karir.com)
Resume / Curriculum Vitae yang Membuat Anda Diperhitungkan
Jika yang Anda kirimkan adalah resume yang dapat memicu si pembaca untuk menghubungi Anda, maka bisa dipastikan, resume Anda akan menjadi daftar pertanyaan pembuka dari si pewawancara. Bagaimana membuat resume yang dapat menimbulkan rasa ingin tahu, dan memotivasi si pembaca untuk menghubungi Anda? Inilah tantangannya. Empat alternatif berikut ini, seperti dikutip situs Career Strides, dapat membantu Anda untuk menciptakan resume yang profesional.
1. Sesuaikan dengan Pola Pikir Si Pembaca
Sekalipun resume adalah "cerita" tentang diri Anda, namun pastikan bahwa fokus dari resume tersebut lebih tertuju pada apa yang diinginkan pihak perusahaan. Maka, buatlah resume yang dapat memuaskan kebutuhan si pembaca, dan mampu untuk mengatasi masalah-masalah yang tengah dihadapi oleh perusahaan yang akan merekrut Anda.
Benar, kita tak mungkin membuat resume yang sesuai dengan keinginan si pembaca, namun hal-hal yang menjadi fokus pihak perusahaan dapat kita jadikan pegangan. Di antaranya: kebutuhan untuk mendapatkan karyawan yang produktif, dapat mencapai target yang ditetapkan, memiliki etos kerja yang positif, dan memiliki komunikasi interpersonal yang baik. Tema inilah yang harus diungkapkan pada resume Anda.
2. Hati-hati dengan Susunan Kalimat
Pemilihan kalimat yang tepat akan membuat resume Anda lebih menjual. Misalnya, kalimat mengurangi biaya operasional hingga 50%, akan lebih baik jika diganti dengan: memotong biaya operasional hingga 50%. Pemilihan kata atau kalimat yang tepat akan menciptakan "kekuatan" pada resume Anda, yang membuat si pembaca akan terkesan dengan apa yang Anda tuliskan.
Jika resume Anda sama saja dengan tumpukan resume lain yang ada di meja si pembaca, maka jangan harap Anda akan dihubungi untuk diwawancarai. Namun, jika resume Anda disusun dengan pemilihan kalimat yang tepat, maka akan lebih tertanam di benak si pembaca. Dan, peluang Anda untuk mengikuti proses seleksi selanjutnya akan lebih besar.
3. Memiliki Pesan yang Konsisten
Jangan pernah mau menjadi apa pun yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan. Pastikan, Anda mengirimkan resume dan menuliskan secara jelas apa posisi yang Anda inginkan. Misalnya, jika Anda seorang CEO, jangan menambahkan pernyataan bahwa Anda juga bersedia menjadi seorang Marketing Manager. Atau, jika Anda seorang Sales Manager, jangan tunjukan bahwa Anda juga ingin menjadi Customer Service, misalnya. Pesan yang konsisten menunjukan bahwa Anda adalah pribadi yang fokus dan konsisten.
4. Tetapkan Nilai Jual Anda
Fokuskan resume Anda tidak saja pada apa yang telah Anda kerjakan, tetapi juga sebaik apa Anda melakukan tanggung jawab tersebut. Hal ini akan menunjukan kualitas Anda, dibandingkan dengan kandidat lainnya. Resume yang dapat membuat si pembaca merasa perlu untuk mewawancarai Anda, akan membuat Anda berbeda. Untuk itu, tetapkan nilai jual Anda secara hati-hati di resume Anda. (ymn/karir.com)
01 October 2007
Penghasilan Sampingan....
Saya pernah dengar seseorang cerita bahwa dia sekarang punya penghasilan sampingan yang bisa mencapai angka 10 juta-an tiap bulannya, jauh lebih besar dari gaji dia bekerja di perusahaan. Katanya sumber penghasilan dia adalah ikutan Google AdSense, caranya mudah, gratisan tp bisa menjadi sumber ladang penghasilan tambahan yang lumayan menggiurkan.
Aku dah nyoba, tapi blm ada hasil. Yang jelas, aku kurang tahu ilmunya. Sekarang lagi blajar n browsing2 nyari ilmunya, mudah2an bisa deh.
Kalo ada diantara teman-teman yang punya pengalaman dengan Google AdSense, boleh dong berbagi cerita buat kita2 para blogger. Ya hitung2 buat bayar pulsa telp ato warnet.
Thanks....
Wass Wr Wb
24 September 2007
Met Puasa
Jika sebagian harta yang kita miliki adalah racun, maka zakat adalah obatnya
...Jika sebagian umur kita dalah dosa, maka taubatlah obatnya
dan......Jika bulan-bulan yang lalu adalah noda, maka Ramadhan adalah pemutihnya
Selamat berpuasa, semoga seluruh amalan puasa kita diterima Allah SWT. Amiin...
Herwan (hair_one)
17 September 2007
Akhirnya......
Ndeso ya, hari gini baru punya?
Kata orang, tidak ada kata terlambat untuk sesuatu yang baik....
Kasih masukan dong....
Thanks
Herwan (hair_one)